Diposkan pada Tak Berkategori

Tes BERA? Tes Apa lagi?

Sudah hampir setahun ini Aisya belum bersilaturahmi lagi ke dokter tumbuh kembangnya di klinik ABCDe (begitu RS Siloam menamai klinik tumbuh kembangnya) . Kenapa sampai begitu lama? Ini semua dikarenakan syarat untuk bersilaturahmi itu harus terlebih dahulu untuk menjalani prosesi hearing test ato tes pendengaran (dikarenakan Aisya belum mengeluarkan satu kata pun dari mulut mungilnya). Apa sih hubungannya bicara dengan pendengaran gaes?

Lanjutkan membaca “Tes BERA? Tes Apa lagi?”

Iklan
Diposkan pada Tak Berkategori

Pengalaman Opname di RS Wijaya Kusuma

Rabu 17 Oktober 2018

Hari yang membuat dag dig dug hati ini, entah kenapa tiba tiba pas makan malam, dengan berbagai jurus Aisya menolak untuk disuapin. Padahal sarapan pagi dan lunch tidak ada jurus jurus maut menghindar dari serangan sendok makan.

Kelana Aisya
Selfie-selfie di pagi hari-nya di Alun-Alun Lumajang

Dengan tangisan dan derai air mata Aisya menolak untuk menerima suapan sayang dari sang ayah. Karena sang ayah menyerah dengan kondisi ini, maka tangan halus sang bunda men take over kendali “the sendok”. Merasa curigation dengan kondisi yang tak lazim ini, tangan halus sang bunda mencoba melakukan serangkaian aksi untuk mengetahui apa gerangan yang telah terjadi. Akhirnya terkuaklah misteri itu. Suhu badan Aisya secara mendadak mengalami kenaikan hingga 40 derajat Celsius. Wow..panik lah sang ayah dan sang bunda. Ditambah lagi dengan kondisi Aisya yg lemah lunglai tak berdaya akibat semua isi perut telah dimuntahkan lewat jalur atas dan jalur bawah. Segera dengan sigap tim dari keluarga membawa Aisya ke RS terdekat. Dipilihlah RS Wijaya Kusuma.

Lanjutkan membaca “Pengalaman Opname di RS Wijaya Kusuma”

Diposkan pada Tak Berkategori

Saya Ayah dari Difabel

Menulis dengan judul ini mungkin bisa dianggap sebagai curcol dari saya sebagai ayah dari Aisya yang notabene dikategorikan sebagai anak difabel (semoga ke depannya kategori ini sudah tidak melekat lagi di Aisya ya…Aamiin). Untuk yang belum tau nih, anak difabel artinya adalah anak dengan kebutuhan khusus atau disabilitas.

Baca : Anakku ADE

Baca : Titel baru Aisya : GDD

“Menjadi ayah dari difabel” adalah predikat yang tidak pernah terpikirkan selama ini. Skenario yang tidak pernah ada dalam bayangan. Namun apa boleh buat. Allah memberikan predikat itu kepada saya dan pasti ada hikmah yang besar di balik itu.

Lanjutkan membaca “Saya Ayah dari Difabel”

Diposkan pada Tumbuh Kembang

Akhirnya Mengenal “Neuro Sensory”

Setelah berkutat dalam mengatasi masalah “sponsor”, tantangan lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah tumbuh kembang Aisya yang jauh..jauh..jauh dari standar normal anak seusianya. (baca Titel baru Aisya : GDD )

Terapi journey sudah dilakukan di berbagai tempat dan berbagai terapis untuk mengejar ketertinggalannya dan semua terapi itu masih berupa terapi okupasi. Hingga akhirnya kenallah dengan yang namanya terapi Neuro Sensory atau disingkat NSMRI. Perkenalan ini berawal dari istri yang dengan segala upaya mencari informasi dengan mengikuti grup whatsapp tentang parenting khususnya ABK.

Lanjutkan membaca “Akhirnya Mengenal “Neuro Sensory””

Diposkan pada Epilepsi

Anak Kejang? Panik lah…

1po.PNG

Bagi moms and dads (ceileh…) yang pertama kali menghadapi situasi dan kondisi di mana di depan mata kepalanya sendiri, anak sebagai buah hati belahan jiwa yang merupakan pelipur hati pengobat rindu..ceileh..apalagi dengan usia yang masih di bawah 1 tahun alias masih dikategorikan baby, mengalami suatu kejadian yang dinamakan kejang atau kami biasa menyebut dengan “sponsor”. (Kenapa “sponsor’  baca : My Aisya My Adventure). Satu kata tujuh huruf  yang pasti terjadi adalah “BINGUNG”.Ya iyalah. Bingung dengan apa yang terjadi dan bingung dengan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Dan satu lagi, satu kata lima huruf “PANIK”.  Itu sangatlah wajar dan manusiawi. Jika ada artikel yang menyebutkan don’t panic, itu semua hanyalah tulisan belaka. Namun…..ada namunnya lho…

Lanjutkan membaca “Anak Kejang? Panik lah…”